Menjadi penguasa

Mendengar kata penguasa pasti yang tercermin adalah seseorang dengan kemampuannya mengubah sesuatu dengan kekuatan yang dimilikinya baik dari materi maupun fisik. Namun yang saya ingin bahas disini adalah bagaimana menjadi penguasa untuk diri sendiri, karena menguasai diri sendiri adalah hal paling berat dibanding menguasai orang lain.

Sering kali kita tidak menyadari bahwa diri kita sebenarnya sudah terombang-ambing oleh lingkungan kita. Apapun yang kita lakukan kemungkinan besar adalah sebuah setingan lingkungan kita yang mengkondisikan kita untuk melakukan hal tersebut. Lets say kita bekerja setiap hari seolah-olah karena kita mempunyai kebutuhan atau kewajiban yang harus kita penuhi. Padahal sesungguhnya kita bekerja karena kondisi lingkungan kita membuat atau memaksa kita bekerja, apakah kondisi tersebut? Yang pertama anda sudah selesai menuntut ilmu, yang kedua teman-teman anda sudah mulai bekerja sehingga anda pun merasa anda perlu bekerja, ketiga mungkin ada kebutuhan yang harus anda penuhi sehingga anda membutuhkan hasil jerih payah dari pekerjaan anda tersebut.

Ini hanya sebuah contoh kecil bagaimana kehidupan kita sebetulnya sudah mengikuti arus mainstream lingkungan kita dan kita tidak menyadarinya

Saya Aristo setelah beberapa waktu vacum, sekarang saatnya untuk menghidupkan kembali jiwa penulis saya. So jangan kemana-mana dan jangan lupa subscribe blog saya.

Advertisements
Categories: Renungan Hati | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: