Emosi

image

Sahabat pena sekalian, kali ini saya ingin membahas masalah emosi yang lebih mendetil pada emosi yang buruk atau yang sering kita sebut dengan MARAH.

Mendengar kata marah pasti banyak yang muncul dalam otak kita mulai dari ketidakpuasan, kekecewaan, kesedihan, dan kata2 lainnya yang membawa kita pada ketidaknyamanan di hati. Banyak dari kita yang sering marah, mudah marah, jarang marah, susah marah, bergantung pada pembawaan kita. Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin mencoba untuk membahas lebih jauh tentang marah,bagaimana marah bisa terjadi, bagaimana melatih diri untuk menahan marah, bagaimana mengatasi kemarahan, dan memendam kemarahan dengan positive.

Asal dari kemarahan adalah adanya GAP antara harapan dan kenyataan yang begitu besar, setelah GAP itu terdeteksi perasaan akan diuji kekuatannya, jika perasaan kita tidak kuat maka marahlah kita, tetapi jika perasaan kita kuat maka perasaan kita akan berusaha untuk menetralisir pikiran kita sehingga menjadi lebih tenang dan berpikir lebih jernih. Tetapi yang sering terjadi adalah sebelum pikiran kita merespon, perasaan kita sudah dilemahkan dengan ketakutan sehingga saat pikiran kita kacau perasaan kita sudah kacau juga sehingga marah lah yang menjadi hasil paling mujarab.

Kita tidak perlu khawatir jika kita pernah marah, krena itu merupakan hal yang wajar, mrah mmang merupakan salah satu sifat dasar manusia, yang menjadi masalah adalah sering kali marah yang kita lakukan tidak jarang menyakiti perasaan orang lain. Oleh karena itu kita secara pribadi harus sadar bahwa penting sekali meredam perasaan ini. Meredam marah bukan berarti menyimpannya di dalam hati yang akan menjdi busuk dan dendam seiring berjalannya waktu, tetapi meredam disini dimaksudkan meredam kemrahan itu sendiri sebelum ia muncul.

Jika kita lihat marah itu timbul karena pikiran yang kacau mendapat kekuatan lebih dari perasaan yang galau sehingga diri kita sering kali tidak kuat untuk menahannya. Oleh karena itu karena kita mengetahui marah muncul dari hal yang dasar yaitu pikiran dan perasaan maka kita dapat mencegah marah dari 2 pintu masuk kemarahan ini.

Melalui Pikiran
Kita tahu slah satu penyebab marah adalah pikiran yang kacau, kekutan pikiran yang begitu besar jika sedang kacau dpat memberikan pengaruh yang besar juga. Pikiran kita jika boleh diibaratkan sebagai lautan yang luas dan dalam. Lautan bisa tenang, bisa berombak, bahkan bisa badai, itu semua tergantung situasi dan kondisi. Begitu juga pikiran kita, saat pikiran kita kacau itu diumpamakan sebagai lautan yang sedang badai dimana airnya tidak tenang dan sangat mengerikan. Oleh karena itu jika kita ingin menghambat kemarahan dari pikiran maka yang harus kita lakukan adalah melatih diri kita untuk selalu tenang dalam pikiran disaat kondisi apapun. Jika kita bisa menjaga pikiran kita tetap tenang maka kita satu tahap lebih dekat untuk meredam kemarahan. Masalahnya pikiran kita sering kali tidak tenang saat masalah muncul sehingga badaipun muncul. Untuk melatih pikiran kita tetap tenang ada beberapa cara yang bisa dilakukan salah satunya dengan meditasi. Jika kita tidak terbiasa bermeditasi sering-seringlah kita mengucapkan kata-kata baik dalam hati, ini sebetulnya melatih kita untuk membuat penuh alam bawah sadar kita dengan kebaikan, sehingga saat pikiran mulai kacau respon baiklah yang akan muncul atau kita muda menenangkan diri kita kembali. Jika kita memiliki pikiran tenang saat masalah timbul kita bisa dengan jernih berpikir jalan keluar dngan baik.

Melalui Perasaan
Jalan lainnya meredam kemarahan adalah melalui perasaan. Sama seperti pikiran perasaan harus tenang jika ingin mengeluarkan respon baik. Untuk melatih perasaan kita dimulai dari dengan pikiran yang baik, ucapan baik, dan perbuatan baik. Jika kita menjalani kehidupan dengan baik maka perasaan kita akan terasa untuk merespon semua dengan baik. Perasaan yang mati biasanya tidak ada rasa bersalah jika melakukan kesalahan. Untuk melatih perasaan ada 2 tips yang harus diingat yaitu HIRI dan OTAPA. Hiri adalah perasaan malu jika berbuat buruk sedangkan OTAPA adalah takut akan akibat jika berbuat buruk. Jika kita memegang teguh prinsip ini akan membawa anda ke kehidupan yang baik yang akan menuntun perasaan anda ke arah yang lebih baik juga.

image

Jika kita sudah dapat meredam kemarahan maka baiklah untuk kita, namun bagaimana jika kemarahan itu sudah terlepas dan keluar, maka masih ada satu lagi cra yang dapat dilakukan adalah merespon marah dengan positif. Merespon marah dengan positif yang dimaksud adalah berpikirlah bahwa JIKA KITA MARAH SEMARAH APAPUN TETAP TIDAK DAPAT MEMUTAR KEMBALI WAKTU, SEHINGGA MARAH YANG KIT LAKUKAN SEBENARNYA SIA-SIA SAJA. Pikirkan ini dalam pikiran kita jika kita marah, sehingga kita akan merasa bodoh sendiri jika sedang marah. Dan yang perlu kita lakukan adalah memikirkan respon positif untuk menyelesaikan masalah bukan memarahi masalah tersebut.

Jadi mulai sekarang marilah kita berpikir lebih tenang dan bijak sebelum marah menguasai diri kita. Kemarahan sering kali membawa penyesalan besar pada akhirnya.

SUDAHKAH ANDA MENANG DALAM PERTEMPURAN MELAWAN KEMARAHAN??

Advertisements
Categories: Renungan Hati | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: