Happy / Sad??? It’s my CHOICE!!

Sahabat pena sekalian, jumpa lagi dengan tulisan saya mengenai cara saya berpikir. Kali ini saya akan membahas tentang 2 sifat emosi paling mendasar baagi manusia yaitu SENANG dan SEDIH.

SENANG merupakan salah satu perasaan yang sering kita rasakan. Perasaan senang merupakan perasaan yang dapat membuat hati lepas dari khawatir, ketakutan, dan keburukan-keburukan lainnya. Saat kita merasa senang, biasanya kita akan mengalami gejala-gejala seperti senyum-senyum, tertawa, merasa malu,dll. Jika gejala berlanjut dan terjadi tanpa perasaan senang mungkin anda dapat memeriksakan diri anda ke dokter terdekat ^^

SEDIH merupakan lawan dari perasaan senang. Jika kita sedang merasa sedih maka hati kita akan diselimuti ketakutan, kekhawatiran yang membuat hati kita gelisah dan tidak bisa tenang. Perasaan sedih sangat tidak enak untuk diraasakan. Bahakan kesedihan yang mendalam dapat mengganggu pikiran kita sehingga dapat membuat stress dan mengakibatkan fisik pun melemah dan jatuh sakit.

Sedih dan senang dapat digambarkan sebagai kutub utara dan kutub selatan dimana kedua kutub saling berjauhan dan berbeda 180 derajat. Dan sedih dan senang sangat dekat sekali dengan kita, mereka dapat hadir di setiap waktu, dimana saja dan kapan saja. Tetapi permasalahannya apakah kita memberikan kesempatan untuk kedua perasaan ini untuk timbul. Karena sebenarnya perasaan sedih dan senang hanya dapat kita rasakan jika kita memberikan “ijin”.

Dalam kesempatan ini saya ingin sharing bahwa senang dan sedih sebetulnya merupakan suatu pilihan yang dapat kita tentukan. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari banyak kejadian-keadian yang kita alami. Kejadian tersebut dapat membuat kita senang dan juga sedih, semua itu kembali ke pilihan kita.

Sebagai contoh : Dikisahkan di suatu desa hiduplah seorang petani yang telah ditinggal mati istrinya. Ia tinggal bersama seorang anak pria semata wayangnya yang selalu membantu ia di sawah. Pada suatu hari sang anak yang sedang berjalan-jalan di hutan menemukan seekor kuda betina, entah mengapa kuda betina ini begitu jinak dan menurut dengan si anak, akirnya si anak membawa pulang kuda itu dan memeliharanya. Keberadaan sang kuda sangat membantu si keluarga petani dalam menjalankan pekerjaannya, mereka bisa menggunakan kuda untuk pergi ke pusat desa yang agak jauh untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari, sang kuda pun juga dapat membantu menarik kereta kuda / gerobak jika dibutuhkan. Para tetangga turut senang dan mengatakan kepada petani bahwa ia beruntung mendapat kuda yang berguna, namun ssang petani hanya tersenyum. Setelah beberapa lama memelihara kuda betina itu, suatu pagi saat sang petani terbangun ia mendapati kudanya hilang entah kemana. Para tetanggapun turut bersedih atas hilangnya kuda yang berarti sang petani akan merasa sulit kembali, namun tanpa disangka sang petani hanya tersenyum. Beberapa hari kemudian di pagi hari sang petani mendapati kuda betinanya telah kembali, tidak hanya sendiri tetapi bersama seekor kuda jantan, akhirnya sang petani merawat kedua kuda dan dengan hadirnya kuda jantan sang petani pun semakin tertolong. Tetangga petani pun mengatakan wah beruntung sekali sang petani, ternyata hilangnya kuda betina untuk mencari pasangan dan sekarang telah kembali dan menjadi dua kuda, namun sang petani lagi-lagi hanya tersenyum. Karena sang petani memiliki dua kuda, sekarang setiap sore anak lelakinya menunggang kuda untuk mengajak kuda peliharaannya berjalan-jalan, hingga tibalah di suatu waktu anaknya terjatuh dan mengakibatkan kaki kanan anaknya patah. Para tetanggapun turut bersedih, karena dengan patahnya kaki anak sang petani maka segala pekerjaan harus dikerjakan oleh sang ayah sendiri, namun sang ayah lagi-lagi hanya tersenyum. Beberapa minggu berlalu, kota mereka dilanda perang sehingga para pengawal kerajaan datang ke desa-desa untuk merekrut prajurit untuk ikut berperang. setiap anak lelaki di desa itu harus ikut menjadi tentara perang, hingga tibalah sang prajurit kerajaan ke rumah petani yang bermaksud meminta partisipasi anaknya untuk ikut membela bangsa, tetapi setelah melihat keadaan anak sang petani yang kaki kanannya patah maka sang prajuritpun tidak jadi merekrut anak sang petani. Para tetangga kini merasa bersyukur atas semua yang terjadi pada sang petani bahkan dengan patahnya kaki kanan anaknya karena seluruh anak yang direkrut di desa itu hampir semuanya meninggal di peperangan.

Dari cerita di atas dapat kita simpulkan bahwa setiap kejadian yang dialami sang petani dapat dianggap sebagai KESIALAN / KEBERUNTUNGAN. Tetapi masalahnya kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, oleh karena itu apapun yang terjadi di masa sekarang syukurilah dan percayalah ada sesuatu dibalik semua ini. Kita harus melatih diri untuk tetap tenang di setiap masalah yang kita hadapi, tidak hanya masalah saja di setiap kesenangan kita juga harus tetap tenang jangan terlalu terlarut, karena jika kita terlalu terlarut dalam kesenangan / kesedihan maka kita akan merasa kecewa / merasa telah membuang waktu jika di waktu depan ada perubahan yang terjadi. INGAT dibalik setiap kesialan ada hikmah yang bisa diambil dan dibalik setiap kesenangan ada kesedihan yang menunggu oleh karena itu JANGANLAH kita terlalu TERLARUT di dalamnya.

Begitu juga untuk SENANG / SEDIH, kita harus bisa memilih dan berusaha untuk tidak terlalu terlarut. INGAT bahwa senang / sedih merupakan pilihan yang 100% dapat kita tentukan sendiri. Kita tidak akan merasa senang jika kita tidak mebiarkan diri kita senang, begitu juga kita tidak akan terlalu merasa sedih jika kita tidak mengijinkan rasa sedih menguasai kita. JADI MULAI SEKARANG SETIAP KITA MENGHADAPI SESUATU TETAPLAH TENANG. SENANG / SEDIH HANYALAH MERUPAKAN PILIHAN UNTUK KITA PILIH.

I’m HAPPY now, how about u??

Advertisements
Categories: Renungan Hati | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: