Limited Edition

image

Pada kesempatan lalu saya sudah sharing tentang ciuman maut yg trjadi pada mobil saya. Ciuman itu mengakibatkan mobil saya harus masuk ke rumah sakit (bengkel) akibat robekny paha kanan (pintu belakang bagian kanan). Karena mobil msk rumah sakit maka saya beraktivitas dengan nebeng teman kantor. Setelah meeting selesai, tmn saya menawarkan untuk mengantar saya pulang, tetapi karena posisi rumah saya agak jauh saya menolak karena akan merepotkan. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang menggunakan “tranjakarta” atau yg akrab dengan sapaan busway.

Setelah saya membeli tiket, saya menunggu kedatangan sang busway. Bbrp menit mulai berlalu, sekitar setengah jam menunggu akhirnya datang pula bus nya. Bus yang sangat padat penghuniny membuat keadaan memaksa saya untuk saling berdesakan. Dan saya merasa dengan naik busway saya dapat melatih INDRA saya.

Indra pertama adalah indra penglihatan, dimana saya harus melihat lautan manusia,memperhatikan langkah saya, dan melihat keadaan sekitar jika ada yang mencurigakan (saya pernah kecopetan d busway)

Indra kedua adalah indra penciuman, saat saya masuk ke dalam bus saya benar2 melatih indra penciuman saya untuk mengkatagorikan beberapa bebauan. Dari bau parfum, bau keringat, bau asam, dan bebauan lainnya.

Indra ketiga adalah indra pendengaran, dimana saya harus konsentrasi dengan instruksi petugas jangan sampai saya salah turun halte, bisa berabe nanti.

Indra selanjutny adalah indra perasa dimana saya mengaktifkan seluruh sensor perasa yg ad d tbuh sya untuk mengetahui jika-jika ad yg merogoh kantong saya.

Selain indra saya jg melatih kesabaran, bayangkan saya yang selalu berusaha untuk cepat tanggap sekarang disuruh menunggu bus yg tidak kunjung dtg, sya merasa membuang banyak wkt sekali.

Dalam menunggu datangnya bus saya sempat merenung sesuatu. Hasil perenungan inilah yang ingin saya share kepada teman-teman sekalian.

Sya hari ini merasakan betapa susahnya mobilitas seseorang jika tidak memiliki kendaraan, dimana seluruh jadwalnya dikuasai penuh oleh angkutan umum yang jadwalny tidak bisa ditebak. Ketergantungan akan angkutan umum merupakan hal yang tidak mengenakan. Mungkin orang-orang yang menunggu bersama saya mendambakan ingin memiliki motor untuk mempermudah mobiliitas.

Bagi pengendara motor (termasuk saya), sangat merasa tertolong, karena sekarang jadwal kegiatan saya tidak lagi bergantung dengan angkutan umum melainkan bisa saya atur sendiri. Mobilitas menjadi lebih lancar dan cepat. Tetapi saat cuaca buruk datang, hujan mulai mengguyur, pengendara motor merasa tersiksa. Mulai harus melindungi diri dari basah kuyup, melindungi barang bawaan agar tidak terkena air, dan menerjang hujan yang deras. Tidak hanya hujan saja tetapi cuaca panas yang terik juga membuat pengendara motor menderita, dimana panasnya matahari membakar kulit kita secara perlahan. Disaat seperti ini saya yakin setiap pengendara motor berkeinginan mempunyai mobil.

Saat kita memiliki mobil, cuaca yang bermasalah bukanlah halangan untuk kita beraktifitas. Hujan dan teriknya matahari sudah dapat teratasi. Lalu mulailah munculah masalah baru yaitu konsumsi bensin yang boros sekali dibandingkan motor, lalu kita jg menjadi warga dari kemacetan kota sehingga kenyamanan dari naik mobil harus dibayar dengan mobilitas yang kita miliki harus berkurang. Belum muncul-muncul nafsu baru untuk upgrade mobil yang dimiliki agar lebih bagus.

Dan keinginan kita tidak berhenti sampai situ saja, keinginan kita terus muncul seiring terpenuhinya keinginan kita yang sebelumnya. Perlu kita ketahui nafsu keinginan seseorang tidak akan pernah padam jika kita tidak melatihnya. Kita selalu terbuai dengan nafsu keinginan, ingin ini, ingin itu tanpa ada habisnya. Kita selalu tidak pernah merasa puas dan selalu ingin lebih, dan percaya tidak percaya perasaan ingin lebih ini selalu tidak terlepas dari apa yang dimiliki orang lain di atas kita.

TETAPI pernahkah kita berpikir bahwa hidup kita ini unik?? Kita adalah edisi terbatas (limited edition) yang memiliki keunikan tersendiri. Kita merupakan edisi terbatas dimana orang lain tidak akan pernah yang ada sama persis dengan kita. Kita merupakan pribadi yang hanya satu yang pantas dihargai dan pantas dibanggakan. Saya teringat satu pepatah teman saya yang bisa menggambarkan betapa kita harus bangga dan bersyukur atas apa yang kita miliki skrg, pepatahny seperti ini “Memang aristo bukan superman, tetapi superman juga bukan aristo”. Dari pepatah ini dapat kita rasakan bahwa mmg saya bukanlah superman / manusia super yang sangat luar biasa, tetapi perlu diingat superman jga bukan saya dimana saya cukup puas dan senang dengan kehidupan saya sekarang.

Dengan berpikir kita adalah pribadi yang unik dan terbatas, maka kita akan lebih mudah untuk mencintai diri sendiri dan menghargai apa yang kita punya sekarang. Jalani hidup dengan bahagia dan tenang meskipun kita mengalami kesusahan yang paling sulit. Jangan selalu iri kepada orang lain tp yakinkanlah diri kita unik, dan harusny org lain lah yang iri kepada kita.

Jadi mulai sekarang berpikirlah positif bahwa diri kita masing-masing memiliki keunikan yang tidak orang lain miliki. Dan syukurilah apa yang kita punya sekarang, karena apapun yang kita pnya sekarang harus bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk membuat pribadi kita semakin baik dan semakin unik.

I’m LIMITED EDITION, how about u??

image

Advertisements
Categories: My journey | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: