Pikiran “plus-plus”

image

Sahabat pena sekalian, sesuai dengan judul di atas, pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang pikiran plus-plus. Mendengar kata plus-plus kita biasa langsung bekonotasi negatif (yang berpikir pijat plus plus angkat tangannya hayoooo). Plus -plus disini bukan plus-plus yang aneh-aneh tapi plus disini menggambarkan positif (plus = +). Jadi pada kesempatan kali ini sya akan membahas tentang pikiran positif ^^

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita dihadapkan dengan berbagai situasi. Ada yang menyenangkan, ada yang menyedihkan, ada pula yang membingungkan. Jika yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang menyenangkan maka otomatis pikiran kita akan berpikir positif (biasanya), tetapi jika kita mengalami hal yang buruk maka terkadang pikiran kita menjadi negatif. Masalahnya sering kali kita dihadapkan situasi yang membingungkan (tidak menyenangkan dan tidak menyedihkan), dan disaat itulah pikiran kita biasanya akan mengalami kebingungan antara harus berpikir positif / negatif.

Sebagian besar dari kita biasanya sering diliputi kekhawatiran, ketakutan, keraguan, dan hal-hal traumatis lainnya sehingga saat kita dihadapkan dengan sesuatu yang membingungkan sering kali pikiran kita lebih nyaman untuk berpikir negatif. Bahkan sangkin negatifnya kita terkadang sering berpikir hal buruk yang akan terjadi yang sebenarnya belum tentu terjadi bahkan sangat tidak mungkin terjadi. Mengapa demikian?? Itu semua karena sebagian dari kita melewati pembesaran watak dan cara berpikir dengan cara menghindari masalah bukan menyelesaikan masalah. Memang menghindari masalah itu baik, tetapi secara tidak sadar saat kita berusaha untuk terhindar dari masalah secara bersamaan juga kita memupuk ketakutan akan masalah. Ketakutan akan masalah semakin hari semakin besar karena terus terpupuk selagi kita menghindari masalah, sehingga saat kita mendapatkan masalah maka ketakutan itulah yang akan merajarela di dalam pikiran kita yang akan menyebabkan kita berpikir negatif.
Sebagai contoh kita tahu bahwa meninggalkan kompor api dalam keadaan menyala dapat membahayakan, oleh karena itu kita pasti akan mematikan kompor jika sudah tidak digunakan atau jika kita ingin meninggalkannya sebentar (menghindari masalah), suatu saat jika pembantu anda sedang memasak air dan meninggalkannya sebentar karena ia ingin ke toilet, lalu anda masuk dapur dan mendapati kompor yang masih menyala dan ditinggalkan tanpa pengawasan, maka saya dapat pastikan anda akan panik dan cepat-cepat mematikan kompor tersebut, lalu saat pembantu anda kembali dapat dipastikan ia akan mendapat teguran dari anda karena telah meninggalkan kompor. Padahal si pembantu hanya baru meninggalkan kompor tidak lebih dari 1 menit, tetapi karena kita selalu mematikan kompor meskipun hanya meninggalkannya sebentar (menghindari masalah), kita memupuk ketakutan bahwa kompor yang ditinggalkan tanpa pengawasan bisa bahaya, akhirnya ketakutan inilah yang membuat kita berpikir negatif seperti bisa meledak lah kompornya jika dibiarkan menyala terus, padahal jika kita pikirkan secara jernih kompor yang meledak bukan karena tidak diperhatikan tetapi karena kebocoran gas dll. Jika tidak percaya cobalah percobaan ini, ajak satu teman anda untuk memasak air. Teman anda memasak air sambil memerhatikan kompor terus menerus, sedangkan kita memasak air dan tinggalkan sebentar untuk ke toilet lalu balik kembali ke kompor. Tidak ada perubahan yang signifikan antara air yang direbus sambil diperhatikan dengan yang ditinggalkan di WC, sama-sama hampir memiliki suhu yang sama. Ini membuktikan bahwa pikiran negatif kita bisa membuat suatu ilustrasi yang nyata dan menyeramkan sehingga kita menjadi takut, minder, paranoid, stress, dan gangguan lainnya.

Mulai dari sekarang berpikirlah positif untuk setiap yang kita hadapi. Bahkan dalam setiap keterpurukan selalu ada celah untuk berpikir positif, selalu ad hikmah dalam segala yang terjadi. Jika kita bisa selalu berpikir positif maka secara tidak langsung akan berpengaruh juga dengan segala tindakan dan cara berpikir kita yang akan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Lalu bagaimana kita bisa membiasakan pikiran positif kita yang bekerja bukan yang negatif???
Pertama-tama kita harus membiasakan diri kita untuk selalu tenang, tenang yang dimaksud adalah berpikir secara perlahan (bukan lemot) untuk mencari titik inti dari permasalahan. Orang yang tenang biasanya memiliki cara berpikir yang lebih bijak ketimbang orang yang merespon secara spontan. Dengan memberikan pikiran kita waktu lebih untuk berpikir akan membuat kita bisa mencari celah-celah yang tidak terlihat ataupun yang buram. Oleh karena itu kita harus senantiasa melatih diri untuk tenang dalam segala kondisi dan meminimalisasi respon spontan.
Lalu yang kedua, hilangkan segala ketakutan yang tidak beralasan. Manusia mempunyai daya pikir yang sangat luar biasa. Dengan daya pikir dan penalaran yangbluar biasa kita bisa berpikir dengan logika. Banyak orang disaat dihadapkan dengan situasi yang membingungkan atau situasi buruk tidak bisa berpikir dengan logika. Logika mereka tertutup oleh ketakutan pikiran mereka yang sebenarny ketakutan mereka sangat tidak beralasan, andai kata ketakutan mereka beralasan belum tentu juga itu terjadi, tetapi mereka berpikir seolah-olah itu pasti akan terjadi (seperti majikan yang berpikir kompir pasti meledak jika tidak diperhatikan).
Lalu yang ketiga mulai hidup positif. Jika hidup kita positif maka pikiran kita akan merespon segalanya dengan positif. Tetapi jika kita menjalani hidup kita secara negatif maka cara merespon kita juga akan terbawa negatif.

INGAT segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya, tetap berpikir tenang dan positif karena langkah yang kita ambil akan sangat berpengaruh dengan apa yang terjadi selanjutnya.

Sebagai contoh: bagi anda menyetir mungkin anda pernah diselak orang. Saat diselak orang pikiran kita bisa berpikir positif dan negatif. Jika kita berpikir positif dan tenang kita akan berpikir “mungkin dy sedang buru-buru”, lalu respon selanjutnya kita melanjutkan oerjalanan dengan tenang. TETAPI jika anda berpikir negatif maka anda akan berusaha menyelaknya kembali dan terus menerus, pikiran anda akan dikuasai rasa dendam dan benci dan yang lebih parahnya lagi anda membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dari contoh di atas dapat kita simpulkan pilihan berpikir positif atau negatif dapat mempengaruhi respon kita, dan respon kita tentu akan menentukan yang terjadi selanjutnya, inilah yang dinamakan hidup adalah pilihan, setiap langkahnyang kita ambil akan turut mengambil bagian dari kehidupan kita yang akan datang. Oleh karena itu ada pepatah mengatakan “fokulah pada hari ini, jangan pikirkan masa depan karena fokus kita pada hari ini akan menentukan masa depan kita”.

Sebagai penutup marilah kita bersama-sama merenung apakah diri kita sudah berpikir plus plus?? Atau jangan-jangan kita masih sering berpikir negatif?? Kembali bahwa hidup itu adalah pilihan, baik atau buruk tergantung yang anda pilih. Tingkatkan kesabaran dan teruslah berpikir poisitif…

BE POSITIVE ^^

Advertisements
Categories: Renungan Hati | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: